MODEL ANTRIAN
Teori Antrian
Antrian timbul disebabkan oleh kebutuhan akan layanan melebihi kemampuan
(kapasitas) pelayanan atau fasilitas layanan, sehingga pengguna fasilitas yang
tiba tidak bisa segera mendapat layanan disebabkan kesibukan layanan. Pada
banyak hal, tambahan fasilitas pelayanan dapat diberikan untuk mengurangi
antrian atau untuk mencegah timbulnya antrian. Akan tetapi biaya karena
memberikan pelayanan tambahan, akan menimbulkan pengurangan keuntungan mungkin
sampai di bawah tingkat yang dapat diterima. Sebaliknya, sering timbulnya
antrian yang panjang akan mengakibatkan hilangnya pelanggan/nasabah.
- Komponen Dasar Antrian
Komponen
dasar proses antrian adalah :
a. Kedatangan
Setiap masalah
antrian melibatkan kedatangan, misalnya orang, mobil, panggilan telepon untuk
dilayani, dan lain-lain. Unsur ini sering dinamakan proses input. Proses input
meliputi sumber kedatangan atau biasa dinamakan calling population, dan cara terjadinya kedatangan yang umumnya
merupakan variabel acak.
Menurut Levin, dkk (2002), variabel acak adalah
suatu variabel yang nilainya bisa berapa saja sebagai hasil dari percobaan
acak. Variabel acak dapat berupa diskrit atau kontinu. Bila variabel acak hanya
dimungkinkan memiliki beberapa nilai saja, maka dia merupakan variabel acak
diskrit. Sebaliknya bila nilainya dimungkinkan bervariasi pada rentang
tertentu, dia dikenal sebagai variabel acak kontinu.
b.
Pelayan
Pelayan atau
mekanisme pelayanan dapat terdiri dari satu atau lebih pelayan, atau satu atau
lebih fasilitas pelayanan. Tiap-tiap fasilitas pelayanan kadang- kadang disebut
sebagai saluran (channel) (Schroeder, 1997). Contohnya, jalan tol
dapat memiliki beberapa pintu tol. Mekanisme pelayanan dapat hanya terdiri dari
satu pelayan dalam satu fasilitas pelayanan yang ditemui pada loket seperti
pada penjualan tiket di gedung bioskop.
c.
Antrian
Inti dari
analisa antrian adalah antrian itu sendiri. Timbulnya antrian terutama
tergantung dari sifat kedatangan dan proses pelayanan. Jika tak ada antrian
berarti terdapat pelayan yang menganggur atau kelebihan fasilitas pelayanan
(Mulyono, 1991).
- Disiplin antrian
Penentu antrian lain yang penting adalah disiplin antri. Disiplin antri
adalah aturan keputusan yang menjelaskan cara melayani pengantri. Menurut
Siagian (1987), ada 5 bentuk disiplin pelayanan yang biasa digunakan, yaitu :
a.
First-Come
First-Served (FCFS) atau First-In
First-Out (FIFO) artinya, lebih dulu datang (sampai), lebih dulu dilayani
(keluar). Misalnya, antrian pada loket pembelian tiket bioskop.
b.
Last-Come
First-Served (LCFS) atau Last-In
First-Out (LIFO) artinya, yang tiba terakhir yang lebih dulu keluar.
Misalnya, sistem antrian dalam elevator untuk lantai yang sama.
c.
Service In
Random Order (SIRO) artinya, panggilan didasarkan pada peluang secara
random, tidak soal siapa yang lebih dulu tiba.
d.
Priority
Service (PS) artinya, prioritas pelayanan diberikan kepada pelanggan
yang mempunyai prioritas lebih tinggi dibandingkan dengan pelanggan yang mempunyai prioritas lebih rendah,
meskipun yang terakhir ini kemungkinan sudah lebih dahulu tiba dalam garis
tunggu. Kejadian seperti ini kemungkinan disebabkan oleh beberapa hal, misalnya
seseorang yang dalam keadaan penyakit lebih berat dibanding dengan orang lain
dalam suatu tempat praktek dokter.
- Model Antrian
Atas dasar sifat proses pelayanannya, dapat diklsifikasikan
fasilitas-fasilitas pelayanan dalam susunan saluran atau channel (single atau multiple) dan phase (single atau multiple) yang akan
membentuk suatu struktur antrian yang berbeda- beda. Ada 4 model antrian dasar
yang umum terjadi dalam seluruh sistem antrian yaitu :
a. Single Channel-Singgle Phase
Sistem ini
adalah yang paling sederhana. Single Channel
berarti bahwa hanya ada satu jalur untuk masuk sistem pelayanan atau ada
satu fasilitas pelayanan. Single Phase menunjukan
bahwa hanya ada satu stasiun pelayanan atau sekumpulan tunggal operasi yang
dilaksanakan. Setelah menerima pelayanan, individu- individu keluar dari
sistem.
b.
Single Channel – Multiphase
Multiphase menunjukan ada dua atau lebih pelayanan yang dilaksanakan secara berurutan (dalam phase-phase), seperti dalam pencucian mobil, tukang cat mobil, lini produksi massa dan sebagainya.
Ket : M = Antrian ; S = Fasilitas Pelayanan
c.
Multi-Channel-Singgle Phase
Sistem Multichannel – Single Phase terjadi
(ada) kapan saja dua atau lebih fasilitas pelayanan dialiri oleh antrian
tunggal, sebagai contoh adalah loket pembelian tiket yang bias dilayani oleh
beberapa petugas, dan sebagainya.
d.
Multichannel – Multiphase
Sistem Multichannel – Multiphase mempunyai
beberapa fasilitas pelayanan pada setiap tahap, sehingga lebih dari satu
individu dapat dilayani pada satu waktu. Pada umumnya, jaringan antrian ini
terlalu kompleks untuk dianalisa dengan teori antrian, simulasi lebih sering
digunakan untuk menganalisa sistem ini.
Sistem Antrian
-Antrian ialah suatu garis tunggu pelanggan yang
memerlukan layanan dari satu/lebih pelayan (fasilitas
layanan).-Antrian timbul disebabkan karena kebutuhan akan layanan melebihi kapasitas pelayanan, sehingga pengguna fasilitas (pelanggan) yang tiba tidak bisa segera mendapat layanan.
-Tambahan fasilitas pelayanan dapat diberikan untuk mengurangi antrian atau untuk mencegah timbulnya antrian. Akan tetapi biaya karena memberikan pelayanan tambahan, akan menimbulkan pengurangan keuntungan.
Klasifikasi menurut Hillier & Lieberman :
1. Sistem pelayanan komersial ; seperti model antrian di restoran, kafetaria, toko-toko, salon, butik, supermarket, dll.
2. Sistem pelayanan bisnis-industri; mencakup lini produksi, sistem material-handling, sistem pergudangan, dll.
3. Sistem pelayanan transportasi 4. Sistem pelayanan sosial; seperti kantor registrasi SIM & STNK, kantor pos, rumah sakit, puskesmas, dll.
Contoh Sistem Antrian Sistem Antrian/Garis Tunggu Fasilitas Pelayanan Lapangan terbang Pesawat menunggu di landasan Landasan pacu Bank Nasabah (orang) Kasis/teller Pencucian mobil Mobil Tempat pencucian mobil Bongkar muat barang Kapal dan truk Fasilitas bongkar muat Sistem komputer Program komputer CPU, printer, dll Bantuan pengobatan darurat Orang Ambulance Perpustakaan Member Pegawai perpustakaan Registrasi mahasiswa Mahasiswa Pusat registrasi Skedul sidang pengadilan Kasus yang disidangkan Pengadilan




Komentar
Posting Komentar