Rangkaian Listrik Analisa Mesh

Rangkaian Listrik  Analisa Mesh


Analisis Mesh

Mencoba mengulang kembali materi selama kuliah dulu. Dalam kesempatan ini, saya bahas analisis mesh. Materi ini masuk dalam perkuliahan teknik elektro yang digunakan untuk menganalisa rangkaian listrik yang tidak bisa diselesaikan dengan analisa seri-pararel. Selain analisa ini ada juga analisa-analisa yang lain dan nanti akan saya bahas dalam artikel selajutnya. Mesh dalam bahasa Indonesia berarti lubang atau sesuatu yang melingkar. Analisis ini memanfaatkan Kirchoff’s Voltage Law (KVL). Yang mana berbunyi “Jumlah tegangan pada suatu rangkaian tertutup adalah nol”. Untuk menggunakan analisa Mesh, tulis persamaan KVL untuk setiap putaran tertutup (closed loop) dalam suatu rangkaian.

Gambar 1. Analisa Mesh : tahap I
Tahap I. Langkah pertama dalam analisa mesh ialah menggambar dan memberi nama arus putarannya seperti pada gambar diatas. Arah putaran tidak harus searah jarum jam dan dalam satu rangkaian, arah tidak harus sama semua. Tapi untuk contoh ini, semua searah jarum jam dikarenakan hanya mempunyai 1 sumber tegangan yang di bebani beberapa tahanan seperti diatas.

Gambar 2. Analisa Mesh : tahap II
Tahap II. Langkah kedua adalah menandai polaritas dari tiap komponen dalam rangkaian tersebut. Saat menandai polaritas pada satu putaran, abaikan putaran yang lain. Dimulai dari putaran yang terdapat sumber tegangan. Pada putaran 1 (l1), polaritas pada kaki R1 yang terhubung ke sumber tegangan menjadi positif karena polaritas tegangan adalah positif. Disusul dengan negatif pada kaki R1 yang terhubung dengan R2. Pada R1, R2, R3 memiliki polaritas yang berbeda dari sudut pandang putaran yang berbeda. Jangan bingung dengan hal ini, karena ini hanya membantu untuk menentukan persamaan nantinya.
Tahap III. Menulis persamaan mesh dari tiap putaran yang telah digambar pada tahap 1 dan menjadi berikut ini :
Putaran 1 : -20 + 100 (I1-I3) + 500 (I1-I2) = 0
Mari kita bahas persamaan ini. Dimulai dari sumber tegangan. Karena berputar searah jarum jam dan putaran masuk ke polaritas negatif sumber tegangan, maka angka pertama adalah “-20”.
Selanjutnya berdasarkan Hukum Ohm, R1 (100Ī©) dikalikan dengan arus yang masuk ke tahanan tersebut yaitu “I1-I3”. Dalam hal ini, I1 dianggap sebagai arus positif dan dan I3 berlawanan dengan I1, sehinga selisih keduanya merupakan arus mengalir ke R1 dan menjadi “+ 100 (I1-I3)”. Bernilai positif karena kembali pada KVL dan nilai ini akan menjadi tegangan positif yang menyeimbangkan sumber tegangan supaya akumulasinya menjadi nol. Dapat deteruskan untuk R2 dengan pola yang sama.
Berikutnya kita tuliskan persamaan putaran 2 dan 3.
Putaran 2 : 500 (I2 – I1) + 100 (I2 – I3) + 200 (I2) = 0
Putaran 3 : 300 (I3) + 100 (I3 – I2) + 100 (I3 – I1) = 0
Dengan menyerhanakan persamaan diatas didapatkan persamaan di bawah ini”
Putaran 1 : -20 + 100 (I1-I3) + 500 (I1-I2) = 0
-20 + 100*I1 -100*I3 + 500*I1 – 500*I2 = 0   (kelompokkan variabel disisi kanan)
            600*I1 – 500*I2 – 100*I3 = 20
Putaran 2 : 500 (I2 – I1) + 100 (I2 – I3) + 200 (I2) = 0
500*I2 – 500*I1 + 100*I2 – 100*I3 +200*I2 = 0
            -500*I1 + 800*I2 – 100*I3 = 0
Putaran 3 : 300 (I3) + 100 (I3 – I2) + 100 (I3 – I1) = 0
300*I3 +100*I3 -100*I2 + 100*I3 – 100*I1 = 0
            -100*I1 – 100*I2 + 500*3 = 0
Putaran 1 : 600*I1 – 500*I2 – 100*I3 = 20
Putaran 2 : -500*I1 + 800*I2 – 100*I3 = 0
Putaran 3 : -100*I1 – 100*I2 + 500*3 = 0
Nah, pesamaan diatas diselesaikan dengan determinan matrix 3×3 dengan Metode Crammer dan persamaan diatas bentuk matrixnya adalah.

Masih ingat penyelesaian determinan matrix 3×3 dibawah ini!

Jadi,

Det(A)=600*800*500+(-500*(-100)*(-100))+((-100)*(-500)*(-100))
-(600*(-100)*(-100))-((-500)*(-500)*500)-((-100)*800*(-100))
=240000000+(-5000000)+(-5000000)-(6000000)-(125000000)-(8000000)
=240000000-5000000-5000000-6000000-125000000-8000000
=9100000

Det(A1)=20*800*500+(-500*(-100)*0)+(100*0*(-100))
-(20*(-100)*(-100))-((-500)*0*500)-(100*800*0)
=8000000+0+0-200000-0-0
=7800000

Det(A2)=600*0*500+(20*(-100)*(-100))+(100*(-500)*0)
-(600*(-100)*0)-(20*(-500)*500)-(100*0*(-100))
=0+200000+0-0+5000000-0
=5200000

Det(A3)=600*800*0+((-500)*0*(-100))+(20*(-500)*(-100))
-(600*0*(-100))-((-500)*(-500)*0)-(20*800*(-100))
=0+0+1000000-0-0+1600000
=2600000
Sehingga,

Maka,
IR1 = I1 – I3 = 85,7mA – 28,57mA = 57,13mA
IR2 = I1 – I2 = 85,7mA – 57,14mA = 28,56mA
IR3 = I2 – I3 = 57,14mA – 28,57mA = 28,57mA
IR4 = I3 = 28.57mA
IR5 = I2 = 57.14mA
VR1=IR1*R1=60,13mA*100ohm=6,03V
VR2=IR2*R2=28,56mA*500ohm=14,28V
VR3=IR3*R3=28,57mA*100ohm=2,85V
VR4=IR4*R4=28.57mA*300ohm=8,57V
VR5=IR5*R5=57.14mA*200ohm=11,42V
Sekarang bandingkan dengan hasil simulasi dengan menggunakan Livewire.

Gambar 3. Hasil simulasi untuk arus



Komentar

Postingan populer dari blog ini

SIMULASI METODE CARLO

Super node dan mesh / arus loop